Ibu, ma’afkan anakmu ini
Yang hanya mengingatmu saat berduka
Ibu, masih adakah pintu ma’af
Ketika aku menumpahkan kesal dengan suara kerasku
Ibu, masihkah ada ridhlomu,
Saat aku terlalu banyak mengabaikanmu
Ibu, masihkah aku boleh,
Bersujud dan mencium kakimu
Untuk pintu ma’afmu
Untuk ridhlomu
Untuk menghapus dosa-dosa ku
Karena hanya engkaulah Ibu,
Yang mampu memintakan semua itu kepadaNya
Bapak, aku sudah tak lagi menangis,
Tetapi bukan berarti aku tidak bersedih.
Bapak, aku mendengar semua nasehat
Tentang orang-orang terpilih
yang datang ke Tanah Suci
sebagai tamu Allah
dan kembali kepada Nya
di Tanah Suci
Bapak, aku sudah tak lagi galau
Saat mengingatmu ketika alam sedang sunyi,
Tak lagi marah ketika tak ada uluran tanganmu
Saat beribu tanya susah terjawab
Bapak, bagiku tak ada guru terbaik selainmu
Tak ada teman terbaik selainmu
Tak ada lawan terbaik selainmu
Hanya satu Bapak tanyaku,
Banggakah engkau padaku?
26 Februari 2008