Arsip untuk Februari, 2008

Untuk Ibu dan Bapak ku

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Februari 29, 2008 by Handari Yektiwi Alchosih

Ibu, ma’afkan anakmu ini

Yang hanya mengingatmu saat berduka

Ibu, masih adakah pintu ma’af

Ketika aku menumpahkan kesal dengan suara kerasku

Ibu, masihkah ada ridhlomu,

Saat aku terlalu banyak mengabaikanmu

Ibu, masihkah aku boleh,

Bersujud dan mencium kakimu

Untuk pintu ma’afmu

Untuk ridhlomu

Untuk menghapus dosa-dosa ku

Karena hanya engkaulah Ibu,

Yang mampu memintakan semua itu kepadaNya

Bapak, aku sudah tak lagi menangis,

Tetapi bukan berarti aku tidak bersedih.

Bapak, aku mendengar semua nasehat

Tentang orang-orang terpilih

yang datang ke Tanah Suci

sebagai tamu Allah

dan kembali kepada Nya

di Tanah Suci

Bapak, aku sudah tak lagi galau

Saat mengingatmu ketika alam sedang sunyi,

Tak lagi marah ketika tak ada uluran tanganmu

Saat beribu tanya susah terjawab

Bapak, bagiku tak ada guru terbaik selainmu

Tak ada teman terbaik selainmu

Tak ada lawan terbaik selainmu

Hanya satu Bapak tanyaku,

Banggakah engkau padaku?

26 Februari 2008