Renungan Dari Tanah Suci

Sesuai janji saya untuk menulis hal-hal yang menjadi renungan dalam diri, maka hari ini saya tuliskan sebuah kutipan tentang Perbedaan antara Si Sukses dan Si Gagal. Kutipan ini berasal dari tabloid Qiblati yang diberikan secara cuma-cuma pada saat saya masih berada di maktab Mekah Al Mukkarramah.

Pada Rubrik Cahaya Hati saya membaca tulisan tentang Perbedaan Antara Si Sukses dan Si Gagal oleh Sdr. Iman Zuhair. Mengapa saya mengutip tulisan beliau? Karena ketika membaca dengan seksama tulisan beliau, saya merasa termotivasi untuk melakukan saran yang tersirat dari Si Sukses. Mudah2an rekan-rekan yang kebetulan mampir ke blog saya ini juga termotivasi seperti saya.

Perbedaan antara Si Sukses dan Si Gagal

Oleh Iman Zuhair

Sesungguhnya di kehidupan ini banyak terdapat orang yang berhasil, begitu pula orang-orang yang gagal. Maka tentunya terdapat banyak perbedaan antara yang berhasil denan yang gagal. Dan diantara perbedaan yang paling mendasar adalah:

  • Orang yang berhasil adalah mereka yang berfikir dalam memecahkan masalah, adapun orang yang gagal adalah yang berfikir di dalam masalah.
  • Orang yang berhasil tidak akan habis pola pikirnya, sedang orang yang gagal tidak akan pernah habis udzurnya.
  • Orang yang berhasi akan membantu orang lain, sedang orang yang gagal adalah orang yang masih diprediksi ada bantua dari mereka.
  • Orang yang berhasil melihat sebuah jalan keluar dalam setiap masalah, sedang orang yang gagal melihat masalah dalam setiap jalan keluar.
  • Orang yang berhasil berkata, jalan keluar itu sulit, tapi mungkin dilakukan, sedang orang yang gagal mengatakan, jalan keluar mungkin dilakukan tapi sulit.
  • Orang yang berhasil memiliki cita-cita yang akan diwujudkannya, sedangkan orang yang gagal memiliki angan-angan serta mimpi yang mengacaukannya.
  • Orang yang berhasil mengatakan, pergaulilah manusia dengan pergaulan yang kamu suka diperlakukan dengannya, sedang yang gagal berkata tipulah manusia sebelum mereka menipumu.
  • Orang yang berhasil melihat adanya cita-cita dalam bekerja, sedang yang gagal melihat rasa sakit di dalamnya.
  • Orang yang berhasil melihat ke masa yang akan datang, dan merencanakan langkah-langkah yang mungkin dilakukan, sedang yang gagal melihat ke masa lalu dan merencanakan langkah-langkah yang mustahil dilakukan.
  • Orang yang berhasil memilih apa yang dia katakan, sedang yang gagal mengatakan apa yang dia pilih.
  • Orang yang berhasil berdebat dengan kemampuan dan gaya bahasa yang lembut, sedang yang gagal berdebat dengan kelemahan serta gaya bahasa yang kasar.
  • Orang yang berhasil berpegang dengan yang bernilai dan meninggalkan perkara yang kecil, sedang yang gagal bergantung kepada perkara kecil dan meninggalkan perkara yang bernilai.
  • Orang yang berhasil membuat peristiwa, sedang yang gagal dibentuk oleh peristiwa.

Kalimat bijak diatas, terkadang begitu mudah kita cerna, tetapi terkadang terlalu sulit untuk dimengerti. Kiat untuk bisa memahami, saya menyarankan untuk membacanya ketika dalam suasana hening. Selamat mencoba. Dan tak lupa terima kasih kepada Qiblati, Redaksi dan jajarannya, juga para karyawan yang dengan keikhlasannya menyebarluaskan tabloid yang manfaat ini. Bagi yang berminat untuk berlangganan silahkan menghubungi alamat e-mail redaksi: redaksi@qiblati.com; pemasaran@qiblati.com atau call centre +62 8585 504 1000.

10 Januari 2009, Handari

2 Tanggapan ke “Renungan Dari Tanah Suci”

  1. ikutan memposting artikel nya. salam sukses untuk anda

Tinggalkan Balasan

Anda harus login untuk menuliskan komentar.