Mencoba Memahami Poppy D dan Moerdiono
Kabar meninggalnya pak Moerdiono meninggalkan tanya dalam diri. Mengapa saat kematian menjemput beliau masih memikirkan suatu keputusan besar ‘perceraian’? Sedalam apakah percintaan atau kedekatan antara Poppy D dan Moerdiono? Benarkah masih dalam percintaan duniawi yang normal? Kebanyakan tanya yang tertulis diatas dilansir oleh nyaris semua media.
Pertanyaan saya, benarkah beliau berdua sedang jatuh cinta, sedang menjalin cinta atau sedang menjalani cinta antar 2 anak manusia? Ataukah mereka sedang menjalin kekawanan yang dekat dan dalam? Saling mengasihi sebagai 2 orang yang bersahabat erat?
Jika mereka sedang menjalin persahabatan yang erat, saya bisa merasakan pedihnya melihat sahabat eratnya jatuh sakit dan parah. Sementara ada yang timpang dari diri sahabat yang sakit tersebut. Dan norma pergaulan tidak bisa menerima persahabatan yang diisi dengan kasih yang dalam diantara beliau berdua.
Kenapa, bahkan ketika manusia telah renta, persahabatan antara pria dan wanita masih dengan ketat ditabukan dan terlarang? Tidak adakah tempat buat cinta kasih yang tulus di dunia ini? Mudah-mudahan dengan meninggalnya pak Moerdiono bisa membuka hati setiap manusia tentang cinta, kasih dan persahabatan yang tulus antara dua anak manusia pria dan wanita.
Oktober 2011